Kamis, 16 April 2009

PENYERANGAN TERHADAP PATROLI BRIMOB

JAKARTA (Suara Karya): Tindak kekerasan di wilayah Papua makin menjadi-jadi. Giliran polisi yang mendapat serangan dari kelompok bersenjata.
Kemarin siang sekelompok orang bersenjata melakukan penyerangan terhadap 13 personel pasukan elite polisi yakni Brimob dari Polda Papua di daerah air terjun Kampung Lumbuk, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Satu anggota Brimob tewas dan 6 rekannya luka, sementara di pihak penyerang sedikitnya satu tewas.

"Saat ini kasusnya sedang diusut Polda Papua, tapi penyerangnya mencapai sekitar 70 orang dan bersenjata," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/4).

Namun, Abubakar tetap menolak memastikan bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dengan alasan tak ingin berspekulasi dan tengah dalam pengusutan, Abubakar menghindar menyebut kelompok OPM sebagai pelakunya.

Penyerangan itu terjadi siang hari saat 13 personel Brimob berada di Distrik Lumbuk menuju Distrik Tingginambut, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk menjemput anggota yang sakit di pos polisi Tingginambut. Ketika itulah kendaraan mereka dihadang dan ditembaki oleh kelompok bersenjata yang tak dikenal.

Akibat tembakan itu, mobil patroli menabrak tebing. Setelah itu, kelompok bersenjata itu menghujani mobil patroli dengan tembakan, yang kemudian dibalas tembakan. Lalu, para penembak itu melarikan diri.

Dalam insiden itu, satu anggota Brimob tewas dan enam lainnya luka-luka. Brigda Dance Musa Aninam tewas dalam perjalanan setelah ditembak pada kepala bagian belakang. Sementara polisi berhasil menewaskan sedikitnya satu pelaku penyerangan. Adapun enam anggota yang terluka adalah Brigadir Kepala Kamarullah Huda, Brigadir Adam Anos, Brigadir Khairuddin Hamid, Brigadir Dua Basri Aneke, Brigadir Dua Roland Patigaja, dan Brigadir Dua Nusram. Keenam orang itu mengalami luka tembak di kepala, punggung, perut, kaki, dan telinga. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Mulia.

Sementara itu, Wakil Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo yang dihubungi Antara, Rabu sore, mengakui bahwa saat ini situasi di Mulia agak tegang, namun penghitungan suara tetap dilakukan. "Situasi saat ini agak tegang," kata Hanock. Ia juga menyebutkan, anggota Polres dan Brimob itu ke Tingginambut selain menjemput rekannya yang sakit juga untuk mengambil berita acara penghitungan suara dari Distrik Ilu dan Distrik Ligolikme untuk dibawa ke Mulia.

Akibat seringnya terjadi penyerangan, sejumlah kelompok masyarakat di Papua mendesak Polri untuk mengungkap pelaku di balik berbagai teror, baik sebelum maupun sesudah pemilu. Desakan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rifai Darus. Sikap senada disampaikan Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di tanah Papua. Mereka mendesak aparat penegak hukum Polri agar segera mengungkap aktor intelektual dan pelaku tindak kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di beberapa wilayah di provinsi tertimur dari NKRI ini. Hal itu disampaikan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Socratez Sofyan Yoman, di Jayapura, Rabu. Menurut dia, berbagai kasus kekerasan itu terencana dan sistematis, dan bisa merusak nilai-nilai perdamaian dan runtuhnya pilar persatuan dan kesatuan serta membumihanguskan berbagai sarana publik.

Dengan munculnya berbagai tindakan kekerasan ini, maka berbagai komponen masyarakat Papua mulai merasa resah dan takut hidup di tanah Papua. Warga masyarakat mulai saling curiga satu sama lain, baik antarorang asli papua sendiri maupun antara masyarakat asli Papua dan saudara-saudara perantau yang telah bertahun-tahun hidup dan beranak cucu di tanah ini.

Sementara itu, Panglima Daerah Militer 17 Cendrawasih Mayjen TNI AY Nasution mengatakan, pelaku teror yang meresahkan masyarakat selama beberapa hari di Papua, termasuk penyerangan tujuh anggota Brimob, bukanlah kriminal biasa. "Saya tidak mengatakan ini separatis atau bukan, tapi yang jelas kerja mereka sangat terorganisasi," kata Mayjen TNI AY Nasution kepada wartawan, kemarin.

Mengenai kebakaran di KPUD Papua, Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan, tidak ada surat suara yang terbakar atau rusak akibat terbakarnya sebagian kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Selasa (14/4) malam. "Itu sebetulnya bukan kebakaran, tapi ada hubungan arus pendek dari AC. Jadi, tidak ada kesengajaan dan kebakaran kemudian cepat dapat dipadamkan tadi malam," katanya sambil menjelaskan, ratusan kotak suara yang di dalamnya berisi surat suara masih berada di masing-masing distrik, bahkan belum sampai di kabupaten atau kota. (Hanif S)
Selanjutnya - PENYERANGAN TERHADAP PATROLI BRIMOB

Rabu, 15 April 2009

Rintihan Kuntilanak


Malam sunyi kusendiri
Duduk sepi diatas pohon
Kubiarkan rambutku terurai

* Tanpa kaki kelelawar
Anjing dan bulan purnama
Kumenanti kekasihku
Yang belum mati

Reff:
Kapan mati kekasihku
Kumenanti kau disini
Ayo mati bunuh diri
Agar kita jumpa lagi
Seperti dulu

Mana mungkin kukembali
Hidup lagi seperti dulu
Kecuali engkau mati
Mohon mengerti

Back to Reff:
Selanjutnya - Rintihan Kuntilanak

Selasa, 14 April 2009

Tips Buat yang Senang FACEBOOK

Tulisan ini diambil dari sebuah milis, selanjutnya terserah pada anda sendiri.

Walaupun saya setuju dengan pemakaian Facebook, tapi saya ingatkan rekan-rekan untuk berhati-hati karena seperti MySpace dan juga jaringan social network lainnya, Facebook saat ini 'diserbu' oleh orang-orang jahat dan jahil. Berikut beberapa kasus di internet akhir-akhir ini yang perlu kita waspadai:

1. Facebook saat ini mulai digunakan untuk menipu (sebagaimana juga e-mail).. Salah satu modusnya adalah sepertinya seorang sahabat minta bantuan uang. Karena bentuknya berbeda dengan penipuan di e-mail, maka beberapa orang bisa terkecoh.

2. Facebook saat ini relatif mudah untuk dimasuki oleh Spyware. Bentuknya sering tidak tersangka-sangka karena tampak mukanya mirip aplikasi facebook.

3. Seperti e-mail, Facebook sekarang juga mulai diserbu oleh Spam.

4. Facebook ternyata sangat terbuka. Banyak pemakai lupa bahwa apa yang ditulis oleh salah seorang 'teman' kita, bisa juga terbaca oleh semua 'teman-teman' kita lainnya (ini tidak ada di aplikasi e-mail). Sehingga terjadi kasus-kasus salah pengertian seperti kasus di Koran terkemuka New york post. Seseorang bisa tahu tentang diri kita dengan melihat membership kita dalam berbagai group.

5. Terkadang kita dengan senang hati menambah (add) friend, tapi jangan lupa bahwa dengan menambah friend tersebut, berarti mereka bisa melihat data-data pribadi kita (ini tidak ada di aplikasi e-mail). Better Business Bureau di Amerika mengeluarkan warning untuk ini.

6. Ternyata foto-foto kita menjadi milik Facebook untuk selamanya.

Mohon hati-hati!

Saya juga ingin memberikan berbagai saran untuk melakukan pengamanan dalam memakai Facebook. Berikut beberapa saran-saran saya:

1. Jangan terlalu detail memberikan informasi di bagian [INFO] seperti tanggal lahir dengan lengkap (mungkin hilangkan tahunnya), alamat yang sebenarnya tidak usah dicantumkan, lalu menikah dengan siapa dll. Karena informasi ini bisa-bisa dipakai oleh seseorang untuk, misalnya, mengkonfirmasi credit card Anda.

2. Hati-hati menulis di [WALL]. Jangan menulis di wall hal-hal yang sifatnya pribadi atau sensitif, karena tulisan Anda akan di-broadcast ke seluruh teman-teman Anda dan akan menjadi permanen terpampang di wall teman Anda tsb. Gunakan fasilitas message (seperti e-mail) atau chat kalau ingin erkomunikasi secara pribadi. Ibaratnya, menulis di Wall berarti Anda sedang menulis di tembok pinggir jalan (semua orang akan bisa baca).

3. Jangan sembarangan untuk join pada berbagai [CAUSES] karena akan membuka teman-teman baru yang mungkin tidak Anda kenal secara dekat, kecuali memang ini tujuan Anda.

4. Sewaktu menambah teman, harap hati-hati dalam mengkonfirmasi [CONFIRM]. Re-check siapa yang merekomendasi atau siapa saja teman-teman bersamanya (common friends).

5. Jangan terlalu banyak memakai fasilitas-fasilitas aplikasi [APPLICATION] Facebook, karena kita bisa saja terkecoh mana yang aplikasi Facebook resmi dan mana yang bukan (Spyware). Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh software-software aplikasi tersebut setelah mengambil data-data pribadi kita.

6. Upload foto-foto [PHOTOS] yang kira-kira tidak akan mempunyai dampak negatif di kemudian hari.

7. Download any spyware program (cari yang gratis saja) dan lakukan sweeping secara rutin.

Anyway .... I still think Facebook is so much fun, but please take some precaution.

Selanjutnya - Tips Buat yang Senang FACEBOOK

Senin, 13 April 2009

Friendster

Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama NAPSTER, adalah sebuah situs jejaring sosial di mana seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.

Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog.

Situs ini merupakan situs jaringan sosial pertama di internet yang memiliki basis awal di negara-negara berbahasa Inggris, lalu menyebar hingga ke Asia. Posisinya di Amerika Serikat dan tidak lama kemudian digantikan dengan MySpace dan kemudian Facebook dan LinkedIn, namun situs ini masih memiliki basis masa di Asia.
Selanjutnya - Friendster

Suara Merdeka CyberNews