Kamis, 11 Maret 2010

Kapolri: Dulmatin tewas

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan salah satu jenazah yang tewas dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang Selatan adalah Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono.

Kepastian bahwa jenazah yang ditembak mati di sebuah warung internet hari Selasa 9 Maret baru dapat diketahui pukul 10.00 WIB.
Kapolri menjelaskan,"Untuk identitas 002 adalah jenazah Ridwan sebagai pengawal dan 003 adalah Nur Hasan yang juga pengawal. Sedangkan 001, 100 persen dengan tingkat kekeliruan 1:100 ribu triliun, betul dan bisa dipertanggungjawabkan yang bersangkutan adalah Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono."

Dulmatin adalah salah seorang tersangka utama pengemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, kebanyakan warga Australia.

Dua tersangka lainnya yakni Dr Azahari dan Noordin M Top telah tewas dalam penyergapan kepolisian di Malang tahun 2005 dan di Solo tahun 2009.
 
Tes DNA

Dulmatin sudah menjadi buronan sejak pengeboman Bali tahun 2002

Sebelum penjelasan Kapolri itu, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal Mussadeq menjelaskan, "Kami simpulkan bahwa jenazah nomor 001, cocok 100 persen dengan profil DNA yang ada di data base kami dengan keakuratan mendekati 100 persen, atau tingkat kesalahan 1:100 triliun."

Menurut Mussadeq, Polri telah mencocokkan DNA jasad nomor 001 itu dengan dua contoh DNA dari keluarganya.
"Dia dibandingkan dengan DNA Ibu Masriati dan seorang anak Ali Usman berusia 12 tahun," tuturnya.

Hj Masriati adalah ibu kandung dari Joko Pitono alias Dulmatin. Dua jasad lainnya diketahui beridentitas Ridwan dan Hasan Nur. Keduanya diketahui adalah pengawal dari Dulmatin alias Joko Pitono.

Di Canberra, Australia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membenarkan bahwa tersangka teroris Dulmatin tewas dalam sebuah penyergapan polisi di Pamulang, Tangerang Selatan.

"Saya mendapat berita dari Tanah Air, setelah Indonesia melumpuhkan dua tokoh teroris Dr Azahari dan Noordin Mohamad Top yang mengganggu Indonesia, yang mengganggu Asia Tenggara," ujar Yudhoyono dalam jamuan makan siang menjelang Pidato di Parlemen Australia di Canberra.

"Alhamdulillah, kepolisian Indonesia telah melumpuhkan satu tokoh teroris Asia Tenggara, Dulmatin, yang kemarin telah dilumpuhkan dalam operasi kepolisian di Jakarta," lanjut Yudhoyono.
 
Sumber : BBC 
Selanjutnya - Kapolri: Dulmatin tewas

Jumat, 05 Maret 2010

Operasi Antiteroris di Aceh, 1 Polisi Tewas

VIVAnews - Terjadi kontak senjata antara kepolisian dan kelompok yang diduga teroris di Desa Bayu Kemukiman Lamkabeu, Kecamatan Seulimuem Aceh Besar, Kamis 4 Maret 2010. Satu personel Brimob Polda Aceh meninggal dunia dan sembilan lainnya terluka.

Korban luka kini dirawat di rumah sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh dan rumah sakit Bhayangkara Banda Aceh. Dua orang warga sipil juga menjadi korban meninggal dunia dalam penyergapan kelompok tersebut.

Kapolda Aceh, Inspektur Jenderal Aditwayarman, yang menjenguk para korban di rumah sakit Zainoel Abidin Banda Aceh, mengatakan, masih melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Namun dia enggan berkomentar lebih jauh. “Nantilah ya, kami akan buat konferensi pers, tolong bantu saya,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah melakukan penyisiran dikawasan Desa Bayu Kemukinan Lamkabeu, Seulimuem Aceh Besar sejak Rabu malam. Menurut warga sekitar Sempat terdengar beberapa kali tembakan mulai Rabu malam sampai Kamis malam.

Hingga kini pihak kepolisian masih menyisir lokasi penyergapan dan belum berhasil menangkap para pelaku. Sementara di rumah sakit puluhan polisi masih melakukan penjagaan ketat.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang ikut menjenguk prajurit Brimob yang terluka mengatakan, aksi penyergapan kelompok yang diduga teroris di Aceh tidak menganggu situasi damai. Menurutnya Aceh masih sangat aman.

“Pokoknya secara keseluruhan Aceh aman, yang ribut kan cuma di lokasi penyergapan saja, kecil itu dua hari sudah tertangani,” ujarnya.

Mengenai kondisi anggota Brimob Polda Aceh yang terluka Irwandi menyebutkan, semua korban dalam kondisi sadar. Menurutnya luka para korban cukup serius. “Saya tidak tahu apakah harus operasi atau tidak,” ujarnya.

Irwandi memperkirakan aksi penyergapan teroris di Aceh akan berakhir pekan ini. Dia juga mengaku belum mengetahui rencana kedatangan Kapolri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri ke Aceh. “Besok sudah selesai. Saya belum tahu Kapolri mau datang besok,” katanya.
Selanjutnya - Operasi Antiteroris di Aceh, 1 Polisi Tewas

Kamis, 11 Februari 2010

Mabes Polri Ngaku Prihatin

JAKARTA—JPNN , Mabes Polri merasa prihatin, terkait putusan Majelis Hakim yang mejatuhkan hukuman 12 tahun penjara bagi Kombespol Wiliardi Wizard. Alasannya, mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu, juga masih merupakan keluarga besar kepolisian. ‘’Bagaimanapun juga kan Pak Williardi (masih) anggota Polri, kita sngat priahatin,’’ ujar Kabareskrim Polri Komjen (pol) Ito Sumardi, di Mabes Polri, Kamis (11/2) siang.

Namun demikian ujar Ito, pihaknya tetap menghormati putusan majelis hakim terhadap terdakwa pembunuhan Nasrudin Zulkarnain itu. Alasannya vonis itu merupakan, hasil proses hukum yang telah berjalan.‘’Tapi apa yang menjadi keputusan pengadilan harus kita hormati,’’ tambahnya, saat  dimintai komentar terkait putusan majelis hakim itu.Ito, juga menegaskan dari putusan itu terbukti tuduhan adanya rekayasa perkara yang dituduhkan kepada Polri, tidak terbukti.
‘’Ya, itu merupakan satu gambaran bahwa kami tidak merekayasa,’’ tambahnya. Lalu bagimana dengan status  Wiliardi,  sebagai anggota polisi? Menjawab pertanyaan ini, kabareskrim menegaskan, saat ini status Wiliardi, masih anggota polisi aktif.

Pasalnya, vonis ini belum memiliki kekuatan hukum tetap. Dimana terdakwa masih bisa menolak vonis itu dengan upaya banding.
‘’Kalau sudah jatuh vonis masih ada proses banding, kalau sudah inkrah (berkekuatan hokum tetap) baru ditangani oleh Kadiv Propam,’’ tambahnya.

Sebagai gambaran, untuk anggota kepolisian dengan putusan pidana tetap (inkrah) di atas dua tahun, kemungkinan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terbuka lebar.

Demikian halnya dengan Williardi. Namun keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ini masih bisa berubah. Terdakwa masih bisa memperjuangkan nasibnya melalui proses banding di Pengadilan Tinggi.
Selanjutnya - Mabes Polri Ngaku Prihatin

Senin, 08 Februari 2010

Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam Rapim Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Senin 8 Februari 2010, membuka Rapim Polri di Mabes Polri.

Dalam sambutannya, Presiden mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melupakan jasa Polri.

"Jasa dan pengabdian Polri sering dilupakan dan dihargai," kata Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Mabes Polri.

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa Polri berhasil membongkar kejahatan narkotika dan dampaknya yang luar biasa bagi masyarakat.

"Dalam Peperangan, sekali perang korban puluhan, mungkin ratusan, tapi korban yang jatuh akibat narkotika ribuan, jutaan, jangan dianggap enteng jasa kepolisian dalam perangi narkoba," katanya.

Demikian pula dengan jasa Polri dalam memberantas terorisme. Belum lagi tugas-tugas khusus, seperti dalam pengamanan Idul Fitri, Natal, dan tahun baru.

Sebagai organisasi, Polri mempunyai kelemahan dan harus diperbaiki. "Tapi, jangan kita tak bermurah hati untuk ucapkan terimakasih dan penghargaan atas tugasnya selama ini." lanjutnya.
"Sampaikan saudara Kapolri, salam dan terimakasih saya kepada seluruh Polri termasuk keluarganya dengan harapan tegar dan terus berupaya buat kepentingan baik, terus tingkatkan kinerja dan pengabdiannya, itulah harapan, instruksi saya," lanjut Presiden.

Dalam menanggapi segala kritikan Polri harus bersikap jernih, rasional, tenang dan tidak emosional.
"Termasuk introspeksi apakah ada kekurangan-kekurangan di dalam mengemban tugas. Kalau memang ada, tentu perlu diperbaiki sebagaimana komponen bangsa yang harus juga melakukan evaluasi dan introspeksi," tegasnya.
Selengkapnya di : http://www.vivanews.com
Selanjutnya - Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam Rapim Polri

Suara Merdeka CyberNews